Pagi tadi ada kunjungan dari temen-temen FKK UMJ. Yah tujuannya studi banding gitu lah. Nah, yang handle pastilah Deplu BEM. Kok yah pas Menteriku lagi lagi ke Mataram karena ada acara ISMKI. Oke, saya yang handle.

Sore sebelumnya, para BPI BEM bahas teknis acara penyambutan. Insya allah fix lah. Nah, masalahnya anak-anak Deplu pada gag ada yang bisa datang buat esok harinya. Lah yang MC sapa?? Munculah masalah ini. Ratih, kekeh gag mau jadi MC karena ini acara formal banget. Jadi dia gag bisa, walaupun sudah ku rayu setengah mati. Alana, di sms gag balas. Bingung.

Jam 23.00 sepulang futsal, langsung buat rundown acara buat besok. Sangat mudah, dan selesai🙂. Lah MC?? Akhirnya saya memutuskan bahwa saya lah yang harus jadi MC😦

Latihan dimulai, mulai pembukaaan, basa-basi, dan sebagainya, sampe jam 01.00. Nyerah, karena memang tidak bakat. Jam 05.00 bangun, latihan lagi. Berangkat kuliah, dijalanpun juga. Dalam batin “kenapa dalam acara seperti ini harus aku??”.

Rencana acara dimulai jam 08.00. Setengah jam sebelumnya sudah di lantai 4 GPP. Ngobrol dulu sama yang lain. Tiba+tiba munculah Adiba (staf kestari BEM).

Aku:”Eh Dibul (baca:Adiba) kamu mau yah jadi MC ntar?? Aku gag bisa lohh”
Dibul:”Loohhh, kok aku. Yang lain po’oo. Mas Rizal (Menteri Penpro BEM) loh mas”
Aku:”Owhh iyaaaa, ide yang bagusss”
Langsung ambil hape, cari nama Rizal di contact, call……

Aku:”Assalamualaikum”
Rizal:”Waalaikumsalam”
Aku:”eh Zal, mau yah jadi MC ntar? Kamu dmn?”
Rizal:”kok aku?? Iya ini dibawah. Tak naik aja”
Aku:”tapi mau yah?”
Rizal:”iya”
Aku:”sipppp”

Dalam batin “alhamdulillah, bukan aku akhirnya, hahaha”

Kurindu setiap lentik jemarimu menari di atas dadaku.
Kurindu setiap malam, bahwa tatapanmulah yang terakhir kulihat.
Kurindu setiap pagi, kaulah yang ada disampingku.
Rintik hujan malam itu, tak mampu menghentikan geloramu.
Esok, sinar mentari lembut membias melewati kaca memantulkan wajahmu yang ayu.

 

 

Saya nulis ini karena saya memang ngefans sama Anang dan Krisdayanti😀

Pernikahan KD dan Raul pun dihelat. Sunggu pernikahan impian, begitu kata KD. Benar saja, akad nikah dilangsungkan di sebuah masjid di kompleks hotel mewah, gaun pengantin karya Anne Avante, dan beberapa lagi karya designer luar negeri. Resepsi pernikahan pun katanya mengundang mengundang ribuan orang. Pesta yang sangat-sangat mewah, maklum, kan KD sekarang suh terkenal, jadi Diva, Raul pun pengusaha. Kenyataan ini berbeda 180 derajat, bahkan 270 derajat, atau mungkin bahkan 360 derajat. Saat pernikahan pertamanyanya bersama Anang. Saat itu mereka harus membuat demo album dan Anang terpaksa menjual mobil untuk modal pernikahan. Pernikahan dihelat seadanya, minimalis. Menyesuaikan keadaan. Berbeda kan??? Haruskah KD melakukan semua ini?? Apa Anang gag panas melihatnya??

Yah, inilah yang terjadi.

 

Saat nulis ini, lagu Dilanda Cinta by Anang-KD otomatis berputar di playlist laptop.

 

 

Gara-gara gag bisa renang pas jaman SMA, akhirnya dipaksa ayah buat ikut les renang di GOR Sidoarjo. Waktu itu akhir-akhir kelas 2, awal kelas 3. Cuma 3-4 bulan seh. Dan jadwalnya itu tiap Kamis sama Sabtu tiap jam 12 siang sampe 3 sore. Fiuuhh, hasilnya terlihat sampai sekarang ini (baca: kulit item). Tapi tidak apa-apa, tho sekarang akhirnya bisa renang, walaupun efeknya berkepanjangan.

Nah, di suatu Sabtu yang sangat terik, sejam sebelum sesi renang berakhir, pas latihan mengapung di kedalaman 4 meter. Ada segerombolan tentara muda, maksudnya mereka masih pendidikan, jadi 1-2 tahun diatasku lah usianya. Saat itu mereka renang gag aturan, serong kanan, serong kiri, maju, mundur, sampe nabrak orang lain. Tahu hal itu, guruku menyuruh pindah saja ke 1,5 meter. Akhirnya naik, berjalan dipinggir kolam menuju spot. Lah, pas jalan ini, masih banyak tentara yang baru datang, dan berjalan berlawanan dengan aku. Pas jalan, eh mereka semua hormat, Aku pikir dibelakangku ada komandan atau senior mereka. Liat kanan, kiri, belakang, gag ada yang balas hormatan mereka, bingung kan. Masa bodoh!! Pas udah masuk lagi ke kolam, mereka (baca:tentara) yang masih duduk di tribun, yang kebanyakan hormat ke aku, pada nunjuk-nunjuk ke arah ku. Mungkin dalam pikiran mereka “itu komandan (baca:aku)  gag sopan amat, dihormatin junior gag balas”. Dalam batin, sapa yang bodoh coba, hormat kok ke aku. Maklum saja, saat itu aku baru potong rambut cepak, trus badan, sixpack, yah, mirip-mirip ama mereka emang😀 . Pas ganti baju, ngelewatin mereka, mereka bisik-bisik aneh. Hahah

Pas pulang, ternyata ada 2 mobil tentara. Dalam batin “wow, keren, di”hormati” 2 truck tentara J”

 

Masih dalam rangkaian acara Up Grading ILMAGI 2011 kemarin, telat seh nulisnya. Tapi tidak apalah, heheh.

Senin, 31 Januari 2011

Acara pagi ini adalah berkunjung ke SDN Tasikmadu 2, dengan agenda, memberi penyuluhan kepada murid-murid dan konsultasi gizi ke ibu-ibu pengantar dan para guru. Dan kami para peserta harus mengikuti upacara bendera, kan wajib tuh tiap senin bagi murid-murid. Turun dari bis, ternyata upacara sudah setengah jalan, yakni pembacaan Pancasila. Kami semua langsung membaur. Beberapa peserta langsung di belakang murid-murid SD, sedangkan Aku, mbak Saskia, Anik, Ira, Harjad, berdiri di depan, bersama beberapa guru.

“Ingatanku melayang pada masa 10 tahun yang lalu, ketika masih mengenakan seragam putih-merah. Aku dulu selalu jadi pembaca doa, kadang jadi komandan pleton, kadang juga jadi pengibar, diapit 2 temen cewek. Tapi yang paling sering yah jadi peserta😀 . Dulu aku selalu memilih baris di bawah pohon mangga, alasan pastinya yah karena biar gag kepanasan :p . Dulu kalo baris, sulit sekali kalau diatur.”

Itulah yang tercermin saat upacara pagi ini, mereka ramenya minta ampun, parah pokoknya. Saat pembina upacara maju, beliau yang juga kepala sekolah, berbicara panjang lebar, dengan suara yang menggelegar yang mampu membangkitkan semangat semua anak didiknya, bahkan kami juga.

“kalian harus belajar yang rajin yang sungguh-sungguh, biar bisa kuliah di gizi, seperti kakak-kakak kalian ini. Mereka da yang dari UI, IPB, UNDIB, UB, dari Kalimantan, Makassar juga ada. Kalian harus patuh sama ibu guru. Disuruh belajar, belajar, jangan malah main.”

Hatiku bergetar, seolah ada sebuah resonansi dalam dadaku. Mataku sedikit menerawang jauh, membayangkan dulu saat aku berdiri diujung sana. Pembina upacara tak henti-hentinya setiap senin, selalu memotivasi kita, hingga aku sampai pada titik ini. Titik yang mungkin tidak semua dari kami (temen SD ku), bisa berdiri pada titik ini. TUHAN, jagalah aku dan teman-teman ku🙂

Setelah upacara, dilanjut konsutasi gizi dan penyuluhan pada tiap kelas. Dibagi tiap shift memang. Oke, anggap acaranya selesai. Jam menunjukan pukul 09.00, dimana kami harus meninggalkan SD pukul 09.30. yang lucu, smua anak SD itu meminta tanda tangan dan no. Hape kami, bahkan minta foto bareng. Sesi foto dimulai, awalnya semua dari kami dan hampir semua dari mereka, foto bareng, tapi kekacauan lah yang terjadi, sulit sekali diatur. Capek ngatur, karena udah panas n dikejar waktu, ganti gurunya yang mau foto bareng. Oke, muridnya sampe dimarahin bahkan diusir agar gag ikut foto, hehehe. Pas kamera udah siap, murid-murid itu tetap saja berdiri dekat kami, hitungan 1….2….. hampir 3, bruuuulllll, semuanya nimbrung lagi. Diusir lagi, siap-siap foto lagi, hitungan 1….2….. hampir 3, bruuuulllll, semuanya nimbrung lagi. Hahaha, dasar anak SD narsis. Akhirnya untuk yang ke-5 kalinya, foto itu berhasil😀

Terima kasih SDN TASIKMADU 2, engkau telah mengingatkan kami akan masa kecil kami yang indah, menganggap bahwa hidup itu penuh kesenangan tanpa perjuangan. Tapi sekarang, kami telah sedikit mengerti akan makna hidup yang pernah kami alami dulu. Tidak pernah seindah yang kami bayangkan.

Tribute to Our teacher, everywhere. Engkaulah pahlawan tanpa tanda jasa🙂

judul diatas saya ambil dari sebuah materi yang disampaikan oleh Presiden BEM FKUB 2010, Aldilla Wahyu Rahmadian saat acara UG BEM 2011 pada hari minggu, 6 Maret 2011 kemarin. begini ceritanya:

“ada seorang yang memiliki hobby menyelam. di suatu waktu dia pergi ke bunaken, surga untuk menyelam. nah orang ini menyiapkan segala sesuatu perlengkapan untuk menyelam. akhirnya ia menyewa kapal untuk berlayar ke tengah. tidak jauh dari kapalnya, terlihat sesorang pria yang hanya menggunakan celana kolor dan kaos singlet saja, mampu menyelam tanpa peralatan. penyelam itu kagum, lalu, ia pun menyelam. dikedalaman laut sedalam 10 meter, ia melihat pemandangan yang sangat menakjubkan. ikan-ikan kecil beraneka warna, karang-karang alami yang cantik-cantik. terlihat bias sinar matahari mampu menembus kedalaman tersebut. tak lama kemudian, ia melihat pria tadi, mampu menyelam tanpa alat di kedalaman 10 meter. dalam batin penyelam ‘wah hebat thu orang’. penyelam lebih dalam lagi, menyelam dikedalaman 20 meter, pemandangan lebih menakjubkan lagi. lagi…lagi …dia melihat orang itu menyelam dikedalaman 20 meter. lebih dalam lagi, penyelam masuk kedalam 30 meter, ikan-ikan berwarna mulai tiada, cahaya matahari nampak enggan menyinari kedalam  itu, sehingga nampaklah lebih gelap. ternyata, penyelam sangat takjub lagi karena masih melihat orang itu mampu menyelam tanpa alat di kedalaman 30 meter. dia saja, memerlukan persiapan 1 bulan untuk melakukan penyelaman ini, tetapi orang itu tidak. akhirnya rasa ingin bertanya. setelah menyelam, penyelam tersebut menghampiri orang tersebut.

penyelam:’wah bapak hebat sekali, menyelam tanpa alat dikedalaman 30 meter. saya saja memerlukan persiapan 1 bulan?’

orang:’sata tadi tidak menyelam mas, tapi TENGGELAM!!!!!’

 

dari secuil cerita diatas, dapatlah ditarik sebuah kesimpulan, bahwa dalam kehidupan, kita memerlukan persiapan yang matang untuk melakukan sebuah pekerjaan. secara gmapang, saya buatkan contohnya:

ketika dulu anda masuk pada jurusan tertentu, dimana jurusan itu bukanlah pilihan anda, sehingga anda tanpa melakukan persiapan apapun untuik menyongsong kuliah. saya dapat memastikan bahwa kuliah anda akan sedikit terseok-seok ditengah jalan. tapi mungkin berbeda jika anda masuk jurusan yang anda sukai, yang sudah anda siapkan sejak 2 tahun sebelum masuk kuliah. dapat dipastikan bahwa kuliah anda akan lebih lancar, karena anda mencintainya, anda mempersiapkannya. namun, bagi anda yang sudah TENGGELAM, silakan anda keluar, karena itu juga tidak akan bermanfaat. silakan tentukan masa depan anda sendiri.

gag sengaja waktu browsing2 di youtube, dapet video ini .

sebenernya simple, lagunya pas banget.

silakan temen2 mengartikannya sendiri,

tetapi, kalimat terakhirnya itu loh yang buat gimana gitu..

menunjukan bahwa keterbatasan fisik itu bukan sebuah penghalang dalam sebuah proses…


Suatu ketika ada seorang bayi yang siap untuk dilahirkan. Maka ia bertanya pada Tuhan.

Bayi: “Ya Tuhan, Engkau akan mengirimku ke bumi, tapi aku takut. Aku masih sangat kecil dan tak berdaya. Siapakah yang nanti akan melindungiku disana?”

Tuhan pun menjawab: “Diantara semua malaikat-Ku, Aku akan memilih seorang yang khusus untukmu. Ia akan merawatmu dan mengasihimu.”

Si kecil bertanya lagi: “Tapi disini, disurga ini, aku tak berbuat apa-apa, kecuali tersenyum dan bernyanyi. Semua itu cukup membuatku bahagia.”

Tuhan pun menjawab: “Tak apa, malaikatmu itu akan selalu menyenandungkan lagu untukmu, dan ia akan membuatmu tersenyum setiap hari. Kamu akan merasakan cinta dan kasih sayang, dan itu pasti membuatmu bahagia.”

Namun si kecil bertanya lagi: “Bagaimana aku bisa mengerti ucapan mereka, jika aku tak mengerti bahasa yang mereka pakai?”

Tuhan pun menjawab: “Malaikatmu itu akan membisikan kata-kata yang paling indah, dia akan selalui sabar ada disampingmu. Dan dengan kasihnya, ia akan mengajarkanmu berbicara dengan bahasa manusia.”

Si kecil bertanya lagi: “Lalu bagaimana jika aku ingin berbicara padaMu Ya Tuhan?”

Tuhan pun menjawab : “Malaikatmu itu akan membimbingmu, ia akan menengadahkan tangannya bersamamu, dan mengajarkanmu berdoa.”

Lagi-lagi si kecil menyelidik: “Namun aku mendengar disana ada banyak sekali orang jahat. Siapakah nanti yang akan melindungiku?”

Tuhan pun menjawab: “Tenang, malaikatmu akan terus melindungimu. Walaupun nyawa yang jadi taruhannya. Ia sering akan melupakan kepentingannya sendiri untuk keselamatanmu.”

Namun si kecil kini malah sedih: “Ya Tuhan, tentu aku akan sedih jika tak melihatMu lagi”

Tuhan menjawab lagi: “Malaikatmu akan selalu mengajarkan keagungan-Ku, dan ia akan mendidikmu, bagaimana agar selalu patuh dan taat kepada-Ku. Ia akan selalu membimbingmu untuk selalu mengingat-Ku. Walau begitu, Aku akan selalu ada di sisimu.”

Hening, kedamaian tetap menerpa surga. Namun suara panggilan dari bumi terdengar sayup-sayup.

Bayi: “Ya Tuhan aku akan pergi sekarang. Tolong, sebutkan nama malaikat yang akan melindungiku??”

Tuhan pun kembali menjawab: “Nama malaikatmu tidak terlalu penting, kamu akan memanggilnya dengan sebutan IBU.”


Anda wajib mensyukuri apapun yang menimpa Anda, ini bukan masalah keberuntungan, bersyukur menuntun Anda untuk senantiasa menyingkirkan sisi negatif dari hidup. Orang lain mungkin mengatakan bahwa Anda tidak realistis, namun sebenarnya sikap Anda jauh lebih realistis yaitu membebaskan diri Anda dari kecemasan atas kesalahan. Bersyukur mendorong Anda untuk bergerak maju dengan penuh antusias, tidak ada yang meringankan hidup Anda selain sikap bersyukur. Semakin banyak Anda bersyukur, semakin banyak Anda menerima. Semakin banyak Anda mengingkari semakin berat beban yang Anda jejalkan pada diri Anda. Kebanyakan orang lebih terpaku pada kegagalan lalu mengingkarinya, sedikit sekali yang melihat kepada keberhasilan, lalu mensyukurinya. Karena Anda tak akan berhasil dengan menggerutu dan berkeluh kesah. Karena Anda tak akan pernah berhasil dengan menggerutu dan berkeluh kesah. Anda berhasil karena Anda berusaha, sedangkan usaha yang Anda lakukan karena Anda melihat sisi positif. Hanya dengan bersyukurlah sisi positif itu tampak dipandangan Anda.

 

Bila Anda memandang diri Anda kecil, dunia akan tampak sempit dan tindakan Anda pun jadi kerdil. Namun bila Anda memandang diri Anda besar, dunia terlihat luas. Andapun melakukan ha- hal penting dan berharga. Tindakan Anda adalah cermin bagaimana Anda melihat dunia, sementaar dunia Anda tak lebih luas daripada pikiran Anda sendiri. Itulah mengapa kita diajarkan berprasangka positif pada diri sendiri agar kita bisa melihat dunia lebih indah, dan bertindak selaras dengan kebaikan-kebaikan yang ada dalam pikiran kita. Padahal dunia tak butuh penilaian dari kita, ia hanya memantulkan apa yang kita lihat. Ia menggemakan apa yang ingin kita dengar. Bila kita takut menghadapi dunia, sesunggunya kita takut menghadapi diri kita sendiri. Maka, bukan soal apakah kita berprasangka positif atau negatif atas diri kita sendiri, melampaui diatas itu, kita perlu jujur melihat diri sendiri apa adanya. Dan dunia pun menampakkan realitanya yang selama ini tersembunyi dibalik penilaian-penilaian kita.

 

Remeh-Temeh

nice person

Tweet-ku

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Tukang Intip

  • 10,623 Pengintip

Schedule

August 2016
M T W T F S S
« May    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Kuliahku

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.